Bangunan Rumah di Nganjuk Diduga Diambil Alih Polsek Nganjuk Tanpa Izin Pemilik

Bangunan yang jadi lahan sengketa dan papan yang masih belum dibongkar

Jawapes Nganjuk – Oei Halim Wibosono, SH sebagai ahli waris dari almarhum Soen Djoen (Tjhoen) Bie merasakan ketidak adilan yang diduga dilakukan oleh Polri atas hak bangunan rumahnya yang terletak di Jl. Kartini no. 11 Nganjuk. Salah satu bangunan rumah miliknya tersebut diduga diakui oleh Polsek setempat untuk dijadikan sebagai gudang penyimpanan berbagai macam barang bukti untuk keperluan kantor dinas Polsek tersebut. Perjuangan ahli waris yang sudah melewati beberapa macam rintangan tersebut, akhirnya sampai pada tahap “sidang lokasi” yang disaksikan oleh Ketua Majelis dari Pengadilan Negeri Nganjuk, perwakilan dari Kejari Nganjuk, anggota Polsek setempat, Kuasa Hukum dari pihak tergugat dan penggugat serta beberapa anggota yang ikut terlibat.

Usai sidang lokasi, Nicky, SH, MH selaku kuasa hukum dari pihak penggugat menyampaikan kepada media Jawapes bahwa materi kali ini adalah sidang setempat dimana lokasi bangunan di Jl Kartini no 11 Nganjuk tersebut sebagai lahan sengketa antara Polri sebagai tergugat dan Oei Halim Wibisono selaku penggugat, Kamis (25/4/2019).

Saat sidang lokasi

“Namun ternyata, dilapangan ditemukan fakta bahwa sesuai dengan sertifikat HGB, Surat Ukur No. 5, ada beberapa bangunan yang fisiknya lenyap dan masih belum ditemukan,” tandasnya.

Dari beberapa bangunan yg seharusnya ada menurut sertifikat HGB, Surat Ukur No. 5, hanya tersisa bangunan utama. Kita juga tidak tahu bangunan lainnya tersebut kemungkinan yang mengetahui pihak Polri.

Kami berharap hakim dapat mengungkap juga kasus lenyapnya bangunan yang menjadi tanggung jawab Polri yang menduduki bangunan tersebut sejak tahun 1967.

Lanjut Nicky, di area bangunan yang masih berdiri tersebut ternyata masih ada papan yang bertuliskan “Akan dibangun Polsekta Nganjuk, Polres Nganjuk“, padahal belum ada keputusan sidang tapi sebagai warga negara yang baik, kita akan tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku.

“Berharap ada keadilan untuk klien saya,” pungkasnya.(tyaz)