Dinkes Lumajang Gelar Aksi Simpati IMD dan ASI Eksklusif

Jawapes Lumajang – Kegiatan Aksi Simpati Peduli Inisiasi menyusui dini ( IMD ) dan ASI Ekslusif untuk membangun kepedulian dan kesadaran masyarakat kabupaten Lumajang terhadap Ibu hamil dan menyusui, Minggu ( 8/9/2019 ).

Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang adakan acara Aksi Simpati Peduli IMD dan ASI eksklusif dalam rangka Pekan ASI sedunia, dimana tahun 2019 dengan mengusung tema Empower Parents, Enable Breastfeeding atau Memberdayakan Orangtua, Mengaktifkan Menyusui.

Tujuan tema ini adalah demi menciptakan kesadaran bahwa menyusui bukan hanya tugas ibu melainkan tugas orangtua.

Ketua TP-PKK Kabupaten Lumajang Musfarinah Nurhayatin hadir dan didampingi Kepala Bidang Kesmas, Kepala Seksi Kesga dan Gizi dan Konselor ASI.

Kegiatan Aksi Simpati Peduli IMD dan ASI Eksklusif dalam rangka Pekan ASI Sedunia dihadiri Nenek Asi atau Ibu teman teman Dinkes, ibu hamil dan Ibu yang menyusui berjumlah sekitar 150 orang mereka turut serta hadir dalam rangka Pekan ASI Sedunia, kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, praktek demo ASI oleh konselor, deklarasi Nenek peduli ASI dan Aksi Simpatik di jalan yang intinya pentingnya ASI untuk kesehatan bayi.

Drg. Rina Dwi Astuti, M. Kes, selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat mengatakan, tujuan diadakan kegiatan aksi simpatik peduli IMD dan ASI Eksklusif dalam rangka Pekan ASI Sedunia untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat Lumajang.

“Pentingnya pemberian ASI Eksklusif, bisa memberikan perubahan perilaku gizi masyarakat untuk selalu memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi sampai umur 6 bulan. Meningkatkan peran keluarga terutama nenek dan suami dalam mendukung pemberian Asi secara eksklusif dan me ingkatkan cakupan ASI ekslusif pada bayi di kabupaten lumajang,” tuturnya.

Beliau juga menyampaikan, strategi perbaikan gizi balita adalah dengan perbaikan pola asuh dan pemberian makan pada bayi dan anak menekankan dengan pemberian ASI kepada bayi 0-6 bulan yang diawali dengan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) diteruskan dengan MP-ASI yang tepat waktu. Keberhasilan seorang ibu untuk memberikan ASI-nya secara eksklusif membutuhkan dukungan dari semuanya baik keluarga, petugas kesehatan, penentu kebijakan dan masyarakat pada umumnya.

“Dukungan nenek atau kakek dalam hal ini memberikan edukasi kepada ibu me yusui, memberi dukungan waktu menjaga bayi dan menjamin keamanan serta kenyamanan kondisi ibu menyusui, sehingga ibu yang menyusui tidak tertekan, sehingga ASI keluar dengan lancar,” ujarnya.

Sedangkan suami menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, bisa menciptakan suasana tenang dan aman bagi sang istri ikut merawat sang bayi, sehingga timbulnya kerja sama yang baik antara ibu menyusui dan suami membuat hubungan semakin harmonis.

“Saya berharap di acara aksi simpatik peduli IMD dan ASI eksklusif dalam rangka Pekan ASI Sedunia yang di lakukan di Kabupaten Lumajang, semua pihak untuk selalu mendukung ibu agar memberikan ASI pada bayinya sehingga terwujudnya generasi yang berkualitas,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat. (Eko)