Guna meningkatkan Daerahnya, Bupati Bojonegoro Sambang Desa

Jawapes Bojonegoro – Dalam era demokrasi, kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang, dimana masyarakat bebas dalam mengemukakan kritik dan sarannya kepada pemerintah untuk meningkatkan daerahnya, namun harus sesuai aturan. Untuk menyerap aspirasi masyarakat Bupati Bojonegoro mengadakan ‘Sambang Desa’, yang mana pemkab ingin mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat dengan mendatanginya secara langsung.

Acara yang diselenggarakan di Desa Jati Blimbing, Selasa (12/3/2019) ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Wakil Bupati, Asisten 1 Pemerintahan, Kadis Kominfo beserta jajaran Kepala OPD, Camat Dander beserta Forpimka, Kepala desa dan juga perangkat Desa Jati Blimbing beserta masyarakat sekitar.

Camat Dander Nanik Lusetiyani menyampaikan bahwa ini merupakan kesempatan yang baik bagi masyarakat, karena Bupati Bojonegoro turun langsung untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Sehingga kesempatan ini perlu digunakan dengan baik oleh masyarakat Kecamatan Dander pada umumnya dan masyarakat Desa Blimbing pada khususnya untuk menyampaikan aspirasi dan unek-uneknya. Sehingga apa yang menjadi keluhan dari masyarakat bisa disampaikan langsung kepada Bupati Bojonegoro dan juga kepala OPD yang bersangkutan. Sehingga bisa segera diambil tindakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Kepala Dinas Pertanian Ir. Akhmad Djupari, M.Si menyampaikan bahwa Pemkab Bojonegoro memiliki Asuransi Usaha Tanaman Padi yang mana dulu petani membayar premi sendiri, sekarang dibayar oleh pemda melalui APBD. Asuransi ini untuk meng-caver sawah yang gagal panen atau mengalami kerusakan sebanyak 75% akan mendapatkan ganti rugi sebanyak Rp 6 juta/hektar. Kedepan juga akan diusulkan untuk bisa asuransi tembakau, jagung, serta bawang. Selain itu ada juga pemberdayaan petani melalui sekolah tani. Hal ini didasari semakin berkurangnya petani muda. Setiap desa mengalokasikan lahan sawah seluas 1 hektar yang biaya operasionalnya dibiayai pemerintah seperti benih dan pupuk. Namun nanti hasilnya bisa diambil sendiri.

Kepala Dinas PU Bina Marga Nur Sujito menyampaikan bahwa Bupati Bojonegoro memberi target 3 tahun pembangunan infrastruktur harus selesai, mulai dari jalan, jembatan dan penerangan jalan umum. Mulai tahun ini pemkab akan melakukan pembangunan infrastruktur jalan. Dimana jalan yang sudah rusak akan diperbaiki. Apabila ada jalan desa yang ingin pembangunanya yang dibantu oleh pemkab harus mengajukan Bantuan Keuangan Desa. Yang mana pengajuannya harus detail.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Edi Susanto, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa irigasi merupakan hal penting baik untuk kehidupan maupun bagi pertanian. Sehingga perlu ada perhatian agar ketersedian air bisa tetap berlangsung. Dalam hal ini Dinas PU, SDA juga menangani masalah irigasi, sehingga air memiliki saluran agar air bisa mengalir. Dinas PU, SDA juga akan melakukan perbaikan kepada saluran yang mengalami penyumbatan. Selain itu juga pembangunan jaringan irigasi baru.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa pemkab meyakini tahun 2021 jalan inti bisa tuntas semuanya. Setelah permasalahan infrastruktur jalan rampung pemkab akan fokus pada masalah air, yang mana bila musim penghujan mengalami banjir dan pada musim kemarau mengalami kekeringan. Sehingga kedepan kita akan memberikan perhatian lebih kepada pembangunan saluran sungai agar air yang melewati Bojonegoro bisa mengalir dengan lancar. Selain itu perlu kerjasama dari masyarakat Bojonegoro agar tidak membuang sampah di sungai. Karena sampah disungai bisa menyumbat saluran air yang mengakibatkan banjir.

Pemkab juga melakukan kerjasama anatar daerah dengan adanya pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Luwihhaji Bojonegoro ke Desa Medalem Blora. Yang mana nanti hal tersebut bisa meningkatkan
perekonomian Kabupaten Bojonegoro bagian Selatan. Selain itu ada juga usulan warga kanor yang ingin dibangun jembatan yang menghubungkan ke Rengel kabupaten Tuban, namun hal tersebut harus mendapat ijin dari Provinsi. Karena orientasi pembangunan kita adalah pembangunan kawasan secara bersama. Sehingga nanti semua daerah di Bojonegoro bisa maju secara bersama-sama.(bud)