Mediasi Kasus Pajero Sport Terbakar Belum Ada Titik Temu

Guntoro, SH (kuasa hukum PT. Sun Star Motor Sby) dan Baling Kustriyono, SH, MH (kuasa hukum penggugat)

Jawapes Sidoarjo – Mediasi antara pihak penggugat dan tergugat dalam kasus mobil Pajero Sport yang terbakar saat kondisi diparkir belum menemui kesepakatan. Mediasi ke II yang digelar di PN Sidoarjo, Rabu (10/4/2019) ini pun juga tidak ada kata sepakat, sehingga menurut panitera, sidang akan dilanjutkan tanggal 16 April 2019.

Usai mediasi kedua belah pihak, kuasa hukum dari penggugat yaitu Baling Kustriyono, SH, MH menyampaikan kepada wartawan bahwa mediasi kali ini, menurutnya gagal karena belum ada titik temu.

“Kami selaku kuasa hukum dari Djony Tjen/Sandy pemilik mobil Pajero Sport W 805 SK ini jelas tidak mau menerima atas apa yang sudah diusulkan dari pihak tergugat, dengan memberi discount khusus untuk pembelian mobil baru Pajero Sport 2019,” ungkapnya.

Baling menambahkan bahwa ia hanya menginginkan keadilan untuk kliennya, sementara solusi yang diajukan pihak PT. Sun Star Motor Surabaya bukan solusi yang menguntungkan bagi pihak penggugat selaku korban.

“Pajero Sport itu bukan mobil murah dan itu brand ternama bukan asal-asalan, tetapi kenapa solusi yang diajukan ini malah merugikan konsumen. Ya, kami hanya tidak ingin ada korban lain selain klien kami ini. Kami akan tetap melanjutkan sidang ini, tunggu minggu depan saja, bagaimana kelanjutannya,” jelas Baling.

Sementara itu ditempat terpisah, Guntoro, SH selaku kuasa hukum dari PT. Sun Star Motor Surabaya saat dikonfirmasi usai mediasi menyatakan bahwa pihaknya sudah merasa memberikan solusi terbaik kepada pihak penggugat, tetapi jika mereka tidak mau menerima, ya kita harus tetap melalui prosedur secara hukum saja.

“Padahal dari hasil investigasi sudah jelas bahwa kebakaran itu terjadi lantaran ada kawat kecil yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” ujar Guntoro.

Lanjutnya, kita hanya mengikuti saja prosedur dari pengadilan. Apalagi mobil terbakar itu bukan lantaran faktor produk tetapi faktor karena adanya pemasangan battery yang tidak standart menggunakan kawat pengait sehingga itu menyebabkan gesekan yang akhirnya menimbulkan kebakaran meski mobil dalam posisi terparkir.

“Kami selaku dealer maupun distributor tetap beritikad baik, karena jika ada keluhan dari konsumen tentang produk kami, ya tetap kami akan melayaninya dengan baik,” pungkas Guntoro.

Perlu diketahui bahwa kejadian ini bermula pada bulan Oktober 2018 lalu, mobil Pajero Sport tahun 2014 mengalami kebakaran saat diparkir di depan sebuah rumah di kawasan Pondok Mutiara Sidoarjo. Dari hasil investigasi penemuan dari pihak Mitsubishi menyatakan bahwa kebakaran terjadi karena faktor pemasangan battery yang bukan standart.(tyaz)