Panggilan Bareskrim soal Tuduhan Makar, Tidak Dihadiri Permadi


Jawapes Jakarta – Tokoh politikus Permadi hari ini tidak memenuhi panggilan Bareskrim Polri lantaran mengikuti rapat dengan MPR, Selasa (14/5/2019).

Panggilan ini terkait untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dalam laporan terhadap Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen, dengan dugaan penyebaran Berita bohong dan makar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi menyampaikan seharusnya hari ini Permadi diperiksa berdasarkan Surat panggilan bernomor S.Pgl/1041-Subdit-I/V/2019/Dit Tipidum tertanggal 10 Mei 2019.

“Kemarin Senin (13/5/2019), Pak Kivlan sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik. Tinggal giliran Pak Permadi untuk diperiksa,” ujar Dedi Prasetyo.

Dalam pemeriksaan kemarin, Kivlan membantah melakukan tindakan dugaan makar karena tidak memiliki kekuatan yang dibutuhkan untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.

Saat dikonfirmasi Permadi mengakui tidak dapat hadir dan telah memerintahkan penasihat hukumnya untuk meminta penundaan pemeriksaan.

“Saya minta penundaan melalui pengacara saya karena berhalangan hadir,” jelasnya singkat melalui telpon.

Ketua kuasa hukum Permadi yang membawahi 30 advokat, Hendarsam Marantoko, SH sempat mempertanyakan untuk kasus yang mana Saudara Permadi dipanggil sebagai saksi hari ini karena tidak ada penjelasan dalam undangan tersebut.

“Dalam sepekan, Saudara Permadi mendapat tiga agenda pemeriksaan. Mulai hari ini di Bareskrim Mabes, besok di Polda (Metro Jaya), Kamis di Polda (Metro Jaya). Berdasarkan tiga surat panggilan itu, akan diperiksa sebagai saksi,” ulas Hendarsam.

Sementara itu salah satu kuasa hukum Permadi, Sugeng Nugroho, SH menjelaskan pengajuan penundaan pemeriksaan disusul dengan surat panggilan kedua kepada Permadi.

“Surat penundaan kami tadi langsung disusul dengan surat panggilan kedua pada hari jumat besok,” ujar Sugeng. (Red)