Polisi Ungkap Peredaran Jamu Binaraci Tanpa Izin

Jawapes Surabaya – Menjelang bulan suci Ramadhan, Unit Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polrestabes Surabaya, berhasil mengungkap peredaran minuman kesehatan berupa jamu dengan nama di label, ” Binaraci, ” tanpa dilengkapi dengan surat izin edar dari BPOM RI.

Kami juga mengamankan tersangka Marjonlis Dauly ( 40 ) warga Dsn. Tambak Bahak Ds. Curah Dringu, Tongas Probolinggo, sebagai pemilik CV. Loka Jaya Abadi yang memproduksi minuman kesehatan jenis jamu tersebut.

Selain itu pula, Kami juga mengamankan barang bukti berupa, ” 105 dus jamu merk ” Binaraci ” ( 5250 Botol ), dua unit mobil pick up merk mitsubishi dan daihatsu, serta STNK – nya dan barang bukti lainnya, ” ungkap AKP Teguh Setiawan S.H, M.H, Kanit Pidek Satreskrim Polrestabes Surabaya, (16/5/2019).

Awal terbongkarnya peredaran minuman berupa jamu, ” Binaraci ” ini, pada saat Kami melaksanakan kegiatan operasi pangan, disini Kami mendapatkan informasi bahwa ada peredaran minuman kesehatan yang dipasarkan berupa jamu tanpa ada surat izin edar, lanjutnya.

AKP Teguh Setiawan menjelaskan, setelah dilakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut, Kami akhirnya melakukan penangkapan terhadap dua unit mobil yang mengangkut minuman kesehatan berupa jamu, ” Binaraci ” yang tidak dilengkapi surat izin edar dari BPOM RI di tol Satelit Surabaya.

Kemudian kami lakukan pengembangan lebih lanjut, akhirnya Kami mengetahui bahwa minuman kesehatan jenis jamu dengan merk ” Binaraci, ” yang tanpa dilengkapi surat izin edar ini, diproduksi oleh CV. Loka Jaya Abadi yang berada di daerah Tongas Probolinggo dan pemilik dari perusahaan tersebut adalah Marjonlis Dauly, bebernya.

AKP Teguh Setiawan menegaskan, Produksi minuman kesehatan berupa jamu dengan merk, ” Binaraci ” ini, menggunakan bahan – bahan dari herbal seperti, ” kunyit, temulawak, temu ireng, kencur dan lain – lainnya, namun minuman tersebut tidak didaftarkan ke BPOM RI.

Produksi jamu dengan merk, ” Binaraci ” ini sudah berjalan 6 tahun dan pemasarannya ( Edar ) di wilayah sekitar Probolinggo, Pasuruan dan Madura, sedangkan yang banyak mengkonsumsi minuman kesehatan berupa jamu ini di wilayah Madura, tambahnya.

Rata – rata per – botolnya dijual dengan harga Rp 20 ribu, sedangkan tulisan BPOM RI yang berada di botol tersebut palsu karena minuman tersebut masih belum terdaftar dan setiap harinya perusahaan tersebut memproduksi sekitar 100 botol, imbuhnya.

Saat ini tersangka Marjonlis Dauly sudah ditahan di Polrestabes Surabaya dan telah melanggar Undang – Undang dengan Pasal 196 Jo. Pasal 98 ayat ( 2 ) dan atau Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat ( 1 ) Undang – Undang RI no. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, tandasnya.

( Dedy )