REI Peringati HUT Ke 47 Sekaligus Berkomitmen Dukung Program Pemerintah Sejuta Rumah

Jawapes Sidoarjo – Dalam rangka peringati HUT ke 47, Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) berkomitmen dukung program sejuta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan di Driving Range Ciputra Golf, Surabaya, Minggu (24/3/2019) dan dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil, Wakil gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Ketua DPD Jawa Timur Danny Wahid, serta seluruh Anggota REI Se-Indonesia.

Perlu diketahui, REI didirikan di Jakarta pada 11 Februari 1972, dan saat ini sudah memiliki anggota mencapai 5.200 perusahaan pengembang yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Kiprahnya tidak hanya membangun perumahan, namun juga berbagai sektor properti seperti perkantoran, pusat perbelanjaan, perhotelan, kawasan industri, kawasan pariwisata, pusat komersial dan bisnis, serta pengembangan kota baru.

Dalam sambutannya Ketua DPD Jawa Timur Danny Wahid mengatakan bahwa pada tahun lalu, kontribusi REI mencapai sekitar 40 % dari total realisasi PSR (Program Sejuta Rumah) yang dicanangkan pemerintah.

Sekitar 394.686 unit rumah dari program pembangunan sejuta rumah terdiri dari rumah bersubsidi untuk MBR sebanyak 214.686 unit dan rumah komersial bawah dengan kisaran harga Rp 200 juta hingga Rp 300 juta sebanyak 180 ribu unit, paparnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil mengatakan bahwa REI selama 47 tahun ini telah memberikan banyak sekali nilai tambah kepada bangsa dan masyarakat kita.

“Dengan membangun berbagai macam rumah dan hunian serta fasilitas lain yang telah dinikmati masyarakat dan kontribusi yang luar biasa. Di hari ulang tahun ini mudah-mudahan REI yang akan datang, akan tambah jaya dan lebih baik memberikan kontribusi kepada bangsa ini,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak mengatakan bahwa Jawa Timur menyumbang 1/6 Ekonomi Indonesia, dengan jumlah penduduk 40 juta.

“Berharap agar pengembang meneruskan program pembangunan jalan tol, infrastruktur transportasi laut maupun udara, bukan hanya mengembangkan residen saja tetapi juga komersil dan industril. Kedepan saya berharap bahwa kemampuan dari para pengembang ini bisa kita sinergikan dalam membangun infrastruktur,” terangnya.(Tyaz/Kom)