Subdit III Polda Jatim Ringkus Spesialis Pencurian Motor Di Malang

 


Jawapes Surabaya – Spesialis pencurian kendaraan bermotor roda dua di area persawahan dan perkebunan yang berada diberbagai daerah di Kabupaten Malang pada pagi dan siang hari, berhasil diungkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Dua pelaku pencurian motor tersebut antara lain, Mulason alias Boker ( 29 ) warga Dusun Sidoluhur Krajan Lawang, Malang dan Yudin alias Yudi ( 31 ) warga Dusun Srigading Lawang, Malang, diringkus setelah melakukan pencurian motor sebanyak 17 kali, ungkap AKBP Leonard Sinambela S.H, S.I.K, M.H, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ( 11/3/2019 ).

Selain meringkus dua pelaku pencurian motor ( Curanmor ), Polisi juga meringkus pelaku Latif ( 37 ) sebagai salah satu penadah motor hasil curian, sedangkan kami masih melakukan pengejaran terhadap penadah yang lain berinisial N, lanjutnya.

AKBP Leonard Sinambela menerangkan, kedua pelaku di dalam melakukan aksinya, berkeliling ( Hunting ) terlebih dulu di area persawahan dan perkebunan sambil berboncengan motor dan serta membawa berbagai macam, ” kunci T ” yang digunakan sebagai alat untuk merusak kunci kontak motor, sedangkan target sasarannya motor yang diparkir dan ditinggal pemiliknya bekerja di sawah maupun di perkebunan.

Setelah menemukan motor sebagai target sasarannya, salah satu pelaku kemudian turun dan mendekati motor tersebut lalu merusak kunci kontaknya dengan menggunakan, ” kunci T, ” setelah berhasil motor pemilik petani itu langsung dibawa kabur, jelasnya.

AKBP Leonard Sinambela menegaskan, rata – rata motor hasil curian tersebut dijual ke penadahnya sekitar Rp 1, 5 juta.
Pengakuan dari pelaku bahwa aksi pencurian motor ini sudah dilakukan di daerah Lawang, Singosari dan di beberapa Kecamatan yang berada di Kabupaten Malang dengan mendapatkan sebanyak 16 unit motor, tambahnya.

Berdasarkan hasil catatan di kepolisian, pelaku Yudin ini merupakan residivis karena pernah ditahan di kepolisian di daerah Malang dengan kasus pencurian aki di tahun 2008, pungkasnya.

( Dedy )