Sugeng Nugroho Maju Pilbup Pacitan Dengan Ide Membangun Sarana Air Bersih Pedesaan

Jawapes Pacitan – Semaraknya bursa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pacitan yang akan dilaksanakan pada Rabu (23/9/2020) mendatang disambut dengan antusias oleh masyarakat Pacitan.
Putra mantan Bupati Pacitan periode 1965-1969 RS Tedjo Sumarto, Sugeng Nugroho, SH seorang praktisi hukum menyatakan dirinya siap maju dengan sejumlah ide dan pandangan pembangunan Pacitan kedepan.

Sugeng yang ingin maju dari Partai Demokrat merasa terpanggil untuk ikut memajukan Pacitan seperti yang pernah dilakukan ayahnya Bupati RS Tedjo Sumarto beberapa dekade silam.

“Saya punya niat bahwa Pacitan butuh sentuhan khusus serta inovasi, fokus membangun daerah, serta butuh keseriusan untuk membangun Kabupaten Pacitan,” katanya, Kamis (22/8/2019).

Sejumlah program dan ide yang muncul untuk membangun Pacitan, diantaranya adalah pembangunan sarana air minum pedesaan dengan penyiapan kelembagaan Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (BP-SPAMS).

Menurut Sugeng, ide tersebut muncul dengan tujuan sebagai salah satu upaya yang harus dilakukan untuk menjamin kebutuhan masyarakat. Sebab, air bersih merupakan sumber kehidupan yang senantiasa dibutuhkan oleh masyarakat.

“Air bersih ini merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat, oleh sebab itu harus menjadi preoritas utama, dengan adanya BP – SPAMS ini akan menjadi harapan baru bagi masyarakat Pacitan untuk mendapatkan air bersih,” jelasnya.

Selain fokus utama pembangunan tersebut, Sugeng mengatakan Pacitan butuh pengembangan komoditas unggulan dari hasil bumi seperti, kelapa, cengkeh, kopi, dan janggelan. “Perlu disediakan koperasi disetiap desa masing – masing untuk menampung hasil bumi Pacitan,” tandasnya lagi.

Selain sarana air bersih, Sugeng menyebut tidak kalah pentingnya sektor pariwisata harus menjadi perhatian serius.

Menurut dia, sektor pariwisata bila dikembangkan dan dipromosikan secara serius, bisa menarik lebih banyak investor, serta minat wisatawan akan terjadi peningkatan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Hal itulah yang menjadi alasan saya untuk maju Pilkada, bukan hanya sekedar coba-coba, tapi dilandasi dengan kemauan murni dari nurani saya yang paling dalam, bukan nafsu semata,” imbuhnya dalam mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pilbup Pacitan yang akan dimulai pada akhir bulan September 2019 mendatang. (Red)