Walikota Probolinggo Minta Kader Dukung Program Pemerintah

Jawapes Probolinggo – Urusan kesehatan, sudah menjadi salah satu program prioritas di masa kepemimpinan Walikota Hadi Zainal Abidin dan Wawalikota Muhammad Soufis Subri. Untuk itu, sebuah langkah besar dan terobosan masalah kesehatan dengan membangun rumah sakit baru selalu disosialisasikan ke masyarakat.

Itulah yang disampaikan Walikota ketika bertemu dengan kader posyandu dan kader jumantik, Rabu (13/3/2019) di Puri Manggala Bakti. Pertemuan itu sekaligus penyerahan honorarium kader posyandu yang mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

Di Kota Probolinggo terdapat 218 posyandu, dengan 5 orang kader di masing-masing posyandu. Jadi total kader sebanyak 1.090 orang. Sedangkan kader jumantik sejumlah 580 orang di 29 kelurahan.

Peran kader dalam penyelenggaraan posyandu sangat besar karena selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat juga sebagai penggerak masyarakat untuk datang ke posyandu dan melakukan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS).

Rencana pembangunan rumah sakit baru berada di kawasan Kelurahan Sumber Wetan dan Kareng Lor. Kata Habib Hadi, masyarakat yang ada di wilayah Utara tidak perlu khawatir karena jauhnya jarak rumah sakit. Sebab, bakal ada satu ambulance di setiap kelurahan untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mengimplementasikan hal tersebut, menurut Habib Hadi,  perlu adanya keterlibatan masyarakat untuk saling mengisi satu sama lain. Ia menyadari akan adanya kelemahan dalam memberikan pelayanan, namun jika kelemahan itu diisi dengan kebersamaan maka lebih mudah mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Habib Hadi juga akan merubah Puskesmas Wonoasih menjadi rumah sakit type D. Sehingga masyarakat yang sebelumnya harus dirujuk ke RS Wonolangan dan RS Tongas di wilayah Kabupaten Probolinggo, cukup dirujuk ke Wonoasih. “Kami ingin di kota juga ada,” imbuhnya.(Eko)